15. Cara Mengatasi Obesitas dengan Latihan Fisik Terbukti Ampuh

Cara Mengatasi Obesitas dengan Latihan Fisik Terbukti Ampuh

Seorang ahli kesehatan bisa dengan mudah mengetahui cara mengatasi obesitas dengan benar. Kelebihan berat badan atau obesitas bisa diukur dengan Body Mass Index Anda, atau BMI singkatnya. Ini cara yang tepat untuk memastikan berat badan Anda sebanding dengan tinggi badan Anda.

Memiliki berat badan yang sehat adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat dan mungkin menjadi tantangan bagi seseorang yang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan.

Untuk mengetahui kondisi badan yang sehat melalui cara yang tepat atau setidaknya mencegah berat badan semakin bertambah dapat membantu orang yang kelebihan berat badan untuk mengurangi kadar obesitasnya.

Obesitas menjadi penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada manusia dan dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hiperlipidemia, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

Kegemukan juga membuat orang menjadi kurang percaya diri. Yang terpenting lagi, kegemukan atau obesitas mengakibatkan orang rentan terhadap beberapa penyakit berbahaya seperti stroke, penyakit jantung koroner hingga serangan jantung.

Obesitas Pada Remaja

Obesitas saat ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa, namun juga menyerang pada remaja yang kurang gemar berolah raga. Cara mengatasi obesitas pada remaja sangat penting untuk menjadi perhatian khusus, sebab remaja yang obesitas berpeluang mengalami obesitas juga ketika dewasa.

Selain itu, Remaja yang mengalami obesitas selama hidupnya akan berisiko menderita masalah kesehatan yang cukup serius, seperti penyakit asma, diabetes, stroke, jantung dan beberapa jenis kanker. Stigma obesitas juga membawa konsekuensi psikis dan sosial pada remaja, termasuk risiko depresi sebab lebih sering ditolak oleh temannya sendiri serta di bully dan dikucilkan karena berat badannya.

Penyebab Obesitas

Salah satu penyebab obesitas yaitu diantaranya karena unsur psikis atau karena kecelakaan. Unsur psikis yaitu faktor yang timbul dari beberapa macam, baik dari internal riwayat keturunan maupun bukan.

Baca Juga:   Suplemen Yang Dibutuhkan Ketika Melakukan Diet

Riwayat keturunan berasal dari unsur genetika sedangkan unsur yang bersifat eksternal yaitu unsur yang berasal dari luar individu atau bukan dari faktor keturunan.

Contohnya seperti pola makan, tingkat asupan nutrisi, tingkat kegiatan jasmani yang dikerjakan orang tersebut, serta situasi ekonomi. Sebagian riset menemukan kurang tidur juga sebagai unsur risiko kejadian obesitas.

Faktor Kecelakaan atau Cidera Otak

Salah satu faktor penyebab obesitas adalah kecelakaan yang mengakibatkan cidera otak terutama pada pusat pengaturan rasa lapar. Kerusakan syaraf otak ini menyebabkan seseorang tidak pernah merasa kenyang walaupun sudah makan makanan yang banyak dan akibatnya menjadi obesitas.

Untuk itu sangat diperlukan cara mengatasi obesitas dengan benar agar tubuh kembali sehat seperti semula dan tidak selalu merasakan lapar setiap saat.

Resiko Penderita Obesitas

Obesitas bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit kronis yang sangat serius seperti :

Resistensi Insulin

Insulin dalam tubuh berfungsi untuk menghantarkan glukosa sebagai bahan bakar pembentuk energi ke dalam sel. Dengan memindahkan glukosa kedalam sel, maka insulin dapat menjaga kadar gula darah ke tingkat yang normal.

Pada orang yang mengalami obesitas terjadi penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuhnya, sementara lemak sangat resisten terhadap insulin. Sehingga, untuk mengantar glukosa kedalam sel lemak dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal.

Pankreas sebagai sistem endokrin insulin, di komponen langerhans akan memproduksi insulin dalam jumlah besar. Lama-lama, pankreas tidak akan mampu lagi memproduksi insulin dalam jumlah yang besar, sehingga kadar gula darah akan naik secara berangsur dan terjadilah Diabetes Melitus Type 2.

Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi sangat umum terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Riset dari Norwegia menyatakan bahwa peningkatan tekanan darah pada wanita yang mengalami obesitas lebih gampang terjadi bila dibandingkan dengan pria.

Baca Juga:   Manfaat Minum Teh Hijau untuk Diet Demi Tubuh yang Langsing

Peningkatan tekanan darah juga mudah terjadi pada orang obesitas tipe apel (central obesity, konsentrasi lemak pada perut) bila dibandingkan dengan mereka yang obesitas tipe buah pear (konsentrasi lemak pada pinggul dan paha).

Serangan Jantung

Resiko terkena serangan penyakit jantung koroner untuk orang yang obesitas 3 sampai 4 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang yang memiliki badan proporsional. Setiap peningkatan 1 kg berat badan terjadi peningkatan kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 1%.

Maka cara mengatasi obesitas perlu dilakukan untuk mengurangi angka kematian walaupun sebetulnya ajal itu sudah ditentukan. Paling tidak ada usaha untuk mengatasi masalah obesitas.

Kanker

Meskipun masih banyak menuai kontroversi, beberapa riset menyatakan bahwa terjadi peningkatan resiko kanker rahim, kandung kemih, prostat dan kanker usus besar pada orang gemuk. Pada perempuan yang sudah menopause rawan terjadi kanker payudara.

Selain itu, obesitas juga bisa menimbulkan masalah kesehatan lain seperti: osteoporosis, stroke, gangguan tidur, radang sendi(gout), batu empedu, peningkatan kadar kolesterol (hypercholesterolemia) dan gagal jantung.

Masa Postpartum

Postpartum atau masa nifas (puerperium) berasal dari bahasa latin yaitu kata “Puer” yang berarti bayi dan “Parous” yang berarti melahirkan. Nifas adalah suatu kondisi diawali setelah Plasenta lahir dan diakhiri saat alat-alat kandungan kembali seperti kondisi sebelum hamil dan berakhir sekitar enam minggu.

Masa Postpartum adalah masa pemulihan, periode Postpartum yaitu waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali ke kondisi tidak hamil. Menurut The Alpha Parent (2012) masa postpartum berlangsung selama 1 tahun.

Ada sejumlah alasan mengapa banyak orang di masyarakat kita mengalami obesitas dan kelebihan berat badan. Sebagian besar, ini ada hubungannya dengan gaya hidup. Gaya hidup Anda akan memengaruhi kesehatan dan berat badan Anda.

Jadi, jika gaya hidup Anda mempengaruhi kesehatan dan berat badan Anda, Anda mungkin akan mengalami obesitas dan kelebihan berat badan. Sehingga Anda akan butuh cara mengatasi obesitas dan beberapa perubahan terhadap gaya hidup dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:   Langsing Alami Dengan Diet Ini

Cara mengatasi obesitas dengan menjalankan beberapa perubahan yang bisa Anda lakukan sebenarnya sangat sederhana, tetapi membutuhkan perjuangan. Perubahan-perubahan ini termasuk olahraga secara rutin dan benar dan diet yang seimbang. Olahraga sangat penting seperti lari jauh, lari-lari kecil dll.

Program diet yang seimbang bisa dengan cara memasukkan lebih banyak sayuran dan buah-buahan ke dalam daftar makanan Anda dan mengurangi asupan gula Anda.

Cara mengatasi obesitas dengan fisik

Olahraga berarti lebih banyak aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda, banyak orang yang merencanakan program dietnya dengan hanya mencoba konsumsi Herbal diet. Namun, aktivitas fisik merupakan salah satu usaha paling penting dalam penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan Anda.

Olahraga akan membantu Anda membakar kalori, kalori dari makanan yang Anda makan setiap hari. Berjalan-jalan di pagi hari sebelum bekerja, Anda juga bisa melakukan gerakan rutin untuk membakar kalori seperti sit-up, push-up, angkat kaki, dan lari di tempat.

Tentu saja ini harus dilakukan dengan benar dan setidaknya tiga atau empat kali dalam seminggu. Ini bisa dilakukan sebelum Anda bekerja, sebelum makan malam namun waktu yang tepat dan tenang yaitu setelah seharian bekerja. Hal lain adalah dengan cara berjalan atau bersepeda saat berangkat bekerja selama musim panas.

Berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja juga akan menghemat uang dalam hal biaya menjalankan kendaraan Anda dan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Pertimbangkan juga untuk melakukan peregangan sebelum bekerja terutama jika Anda pekerja keras, bahkan jika Anda kerja di depan Komputer sepanjang hari, pertimbangkan untuk melakukan peregangan sebelum bekerja dan selama istirahat.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas